MINGGU PALMA: Adalah Sebuah Panggilan untuk Berjaga Bersama Tuhan

    Angin semilir datang menjenguk pagi yang tenang dan cerah pada deretan jalan yang sudah ditaburi dedaunan palma. Sambutlah Dia, Raja! Hosanna, Putera Daud!




    Paroki St. Werenfried Lambunga pada perayaan minggu Palma kali ini, menampilkan sebuah suasana yang sangat berbeda. Perayaan pembuka kali ini dilakukan di halaman depan Masjid Amir Hamzah Lambunga. Suasana toleransi selalu menjadi nilai yang begitu indah untuk dijaga di wilayah ini.

    Suasana perayaan misa Minggu Palma berjalan dengan begitu sakral dan meriah. Umat begitu antusias, mereka memegang daun palma yang sudah diberkati dan mengikuti perayaan misa dengan tenang. Petugas liturgi dari Stasi St. Thomas Rasul Kelurianghepat pun menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, sehingga menambah kemeriahan perayaan ini.



    Di samping itu, dengan merayakan Minggu Palma, umat Katolik pun memasuki Pekan Suci. Dalam kotbahnya, Romo Wilhem Atawolo mengajak umat untuk senantiasa "berjaga-jaga", sebab Roh itu kuat tapi tubuh itu lemah. Ini sebuah pesan iman yang sangat mendalam, di mana setiap orang harus bisa setia, rela berkorban dalam perjalanan panggilannya masing-masing. 




    Cinta dan kasih memang indah, penuh kemuliaan (Yerusalem), cinta bisa penuh pengkhianatan (Getzemani), tetapi cinta itu pengorbanan, penyerahan diri dan kemenangan (Golgota). Jagalah api cinta itu tetap menyala, walau sering terluka. Jagalah api cinta bukan hanya dengan perkataan dan doa, tetapi dengan kesetiaan dalam perbuatan-perbuatan mulia. 


"Berjaga-jaga: jaga mata, jaga badan, jaga hati, jaga iman untuk Tuhan".

   

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Gema Persaudaraan di Bumi Adonara: Saat Hujan Tak Mampu Memadamkan Api Kasih Anak Sekar-Sekami"

MENENUN IMAN, MERAJUT SUKACITA DI MANGAALENG