"Gema Persaudaraan di Bumi Adonara: Saat Hujan Tak Mampu Memadamkan Api Kasih Anak Sekar-Sekami"

 


ADONARA – Langit Adonara mungkin sedang bermurah hati dengan tumpahan hujan yang tiada henti, namun kehangatan persaudaraan justru membakar semangat ribuan anak Sekar-Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) se-Dekenat Adonara. Dalam rangka memperingati Minggu Panggilan Sedunia, Reuni Akbar Tahunan ini menjadi bukti nyata bahwa sukacita iman jauh lebih kuat daripada tantangan alam.

Langkah Iman dari Adobala ke Lambunga

    Kemeriahan dimulai pada Sabtu, 25 April 2026. Di bawah komando Romo Sam (Pastor Paroki Witihama) selaku Moderator Sekar/Skami, ribuan peserta dari 14 paroki memulai perjalanan iman melalui Karnaval Budaya dan Rohani. Titik awal dimulai dari Stasi St. Yosep Adobala, melintasi Stasi St. Hendrikus Pepageka dan Stasi St. Tomas Rasul Kelu Rianghepat, hingga akhirnya menyentuh garis finis di Stasi St. Don Bosko Lambunga.


Hujan yang turun membasahi bumi seolah menjadi saksi bisu betapa teguhnya langkah kaki para misionaris cilik ini. Malam harinya, panggung seni menjadi ajang bagi setiap paroki untuk memamerkan talenta yang Tuhan anugerahkan, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan tawa.

Puncak Syukur: Satu dalam Kristus

    Minggu, 26 April 2026, menjadi puncak dari segala kerinduan. Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin langsung oleh Deken Adonara, RD. Alo Dore. Dalam suasana khidmat, pesan tentang persaudaraan dan panggilan hidup menggema di sanubari setiap anak yang hadir.



Keindahan acara ini tidak hanya berhenti di altar. Panitia pelaksana, yang didukung penuh oleh DPP dan OMK Paroki St. Werenfried Lambunga selaku tuan rumah, menunjukkan keramahan luar biasa. Seluruh utusan paroki disebar ke seluruh wilayah, mulai dari Stasi St. Bernadus Mangaaleng hingga Stasi St. Yosep Adobala, memastikan bahwa seluruh umat merasakan denyut kegembiraan yang sama.

Filosofi Kasih dalam Balutan Lamaholot

    Momen kebersamaan ini digambarkan dengan sangat indah dalam ungkapan Lamaholot klasik:

"Pulo pupuro teperutu sama wua weli wayak, lema boito meno sama malu lali sepen."

Sebuah ungkapan yang melukiskan persatuan yang begitu erat, seumpama sirih dan pinang yang tak terpisahkan dalam satu wadah. Keindahan ini mencerminkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan di antara anak-anak Tuhan di tanah Adonara.

Menatap Masa Depan: Bersatu dalam Perutusan

    Kegiatan ini ditutup dengan acara sukaria dan animasi yang memicu semangat seluruh peserta. Harapan besar tersampir di pundak generasi muda ini: agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mencintai persaudaraan dan siap menjaga persatuan dalam bingkai kasih Kristus yang telah bangkit.



Dengan semboyan yang terus bergema, "Satu dalam Kristus, Bersatu dalam perutusan," Reuni Akbar Sekar/Skami Dekenat Adonara 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa di tangan anak-anak inilah, masa depan gereja dan bangsa diletakkan.

Salam Misioner!

(Rens MS)

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENENUN IMAN, MERAJUT SUKACITA DI MANGAALENG

MINGGU PALMA: Adalah Sebuah Panggilan untuk Berjaga Bersama Tuhan