“Ketika Gembala Datang Menyapa: Pelantikan yang Menjadi Panggilan”
![]() |
Pagi merekah di ufuk timur, membawa cahaya baru
yang menyentuh lembut Paroki St. Werenfried Lambunga. Udara pagi terasa
berbeda—lebih segar, lebih hidup, seakan seluruh alam turut bersaksi atas
sebuah peristiwa iman yang istimewa. Hari itu bukan sekadar hari biasa. Ia
menjadi momentum rahmat, saat pelantikan Dewan Pastoral Paroki dilangsungkan
dalam suasana penuh syukur dan harapan.
Keistimewaan hari itu semakin terasa dengan
kehadiran Sang Gembala. Kehadiran Bapa Uskup bukan hanya menjadi tanda
kehadiran Gereja yang hidup, tetapi juga wujud kasih yang nyata bagi umat. Ini
bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah langkah awal yang penuh makna:
gembala yang datang mendekat, menyapa, dan berjalan bersama umatnya.
![]() |
Suasana perayaan misa pelantikan DPP oleh Bapa Uskup Larantuka |
Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat,
dipenuhi nuansa doa dan pujian. Para imam, frater, petugas liturgi, dan anggota
koor mempersembahkan pelayanan terbaik mereka, menghadirkan keindahan yang
mengangkat hati umat kepada Tuhan. Namun lebih dari itu, ada getaran batin yang
mengalir dalam diam—sebuah kesadaran bahwa hari ini adalah hari pengutusan.
Pelantikan Dewan Pastoral Paroki bukan sekadar
pengukuhan jabatan, melainkan sebuah panggilan iman. Mereka yang dilantik tidak
hanya menerima tugas, tetapi menjawab undangan Tuhan untuk melayani. Dalam
keheningan hati, terpantul pertanyaan-pertanyaan mendalam: Mengapa saya
dipanggil? Apa yang hendak saya persembahkan? Bagaimana saya dapat setia dalam
pelayanan ini?
Sabda Tuhan tentang Yesus yang membasuh kaki para
murid menjadi terang yang menuntun. Di sanalah tergambar jelas bahwa
kepemimpinan dalam Gereja adalah tentang kerendahan hati dan pelayanan. Bukan
untuk dilayani, tetapi untuk melayani dengan kasih yang tulus dan tanpa syarat.
Dengan kesadaran itu, para pengurus yang dilantik
merangkai komitmen dalam hati mereka: melayani bukan karena ambisi, tetapi
karena panggilan; hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi tanda
kasih; menjadi jembatan persaudaraan, bukan sumber perpecahan; dan tetap setia,
bahkan dalam keterbatasan.
Mereka sadar bahwa mereka bukanlah pribadi yang
sempurna. Namun dalam iman, mereka percaya bahwa Tuhan yang sempurna mampu
berkarya melalui keterbatasan manusia. Karena itu, doa dan dukungan umat
menjadi kekuatan yang sangat dibutuhkan, agar langkah pelayanan tetap teguh dan
hati tetap rendah.
Momentum ini juga menjadi tanda indahnya
kebersamaan. Kepercayaan yang diberikan oleh umat bukan hanya amanah, tetapi
juga ikatan kasih yang menguatkan. Umat dan pengurus berjalan bersama, saling
menopang, membangun Gereja sebagai rumah yang penuh cinta.
![]() |
| Foto bersama pengurus DPP dengan Bapa Uskup |
Di bawah terang pagi yang kian meninggi, satu
keyakinan tumbuh kuat: bahwa pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari
sebuah perjalanan pelayanan. Perjalanan yang mungkin penuh tantangan, namun
selalu diterangi oleh kasih Tuhan.
Hari itu akan dikenang bukan hanya karena siapa
yang melantik, tetapi karena semangat yang dilahirkan. Semangat untuk melayani
dengan rendah hati, mencintai dengan tulus, dan berjalan bersama dalam iman.
Pelantikan ini bukan sekadar peristiwa. Ia adalah
panggilan. Ia adalah janji. Ia adalah awal dari karya kasih yang terus hidup di
tengah umat.
(Ketua II DPP – Laurensius Mali Serani)



Terbaik Admin✊️
BalasHapusterimakasih
HapusTerbaik.....
BalasHapusgasss
Hapus